
7 Masalah Innova Bekas yang Pantang Diabaikan
Meski tangguh dan nyaman untuk mobil keluarga, Kijang Innova bekas juga punya penyakit bawaan seperti kebanyakan mobil.
Sejak mengaspal 2004, mobil MPV ini telah memasuki generasi ketiga dengan opsi mesin bensin dan hybrid, menggantikan mesin diesel di generasi pertama dan kedua.
Supaya ibiders dapat memilih mobil bekas prima, ketahui masalah Innova bekas yang patut diwaspadai berikut ini.
Baca juga: Minat Avanza Bekas? Ini Penyakit Umumnya
1. Boros bensin
Innova generasi pertama dikenal cukup boros. (Freepik/jcomp)
Innova generasi pertama dan kedua mengandalkan mesin 1TR-FE yang juga diadopsi HiAce, Hilux, dan Land Cruiser.
Sayangnya, mesin 1TR-FE dikenal cukup boros. Generasi pertama sebelum 2007 mengonsumsi bahan bakar 6 km/liter di dalam kota dan 10 km/liter luar kota.
Generasi pertama pre-facelift juga belum memiliki standar emisi Euro 2 sehingga konsumsi BBM dan emisi yang dihasilkan kurang efisien.
2. Masalah transmisi matic
Gangguan transmisi juga dikeluhkan pemilik Innova generasi pertama dan kedua batch pertama. Masalah ini berupa selenoid yang bermasalah atau mati.
Imbasnya, perpindahan gigi sulit dilakukan. Di beberapa kasus, transmisi langsung melonjak ke gigi 3 atau jeda ketika masuk ke D.
Pada generasi ketiga batch pertama, transmisi jedug saat pindah gigi di kecepatan 80 km/liter.
Selain usia pemakaian, masalah Innova ini juga dipicu buruknya kualitas oli transmisi.
3. Mesin pincang
Pada Innova bermesin diesel, kerap terjadi mesin pincang atau brebet. Hal ini dipicu oleh penyumbatan filter solar, kerusakan injektor, dan penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai.
Meski kertas kompresi 9.8:1 menandakan bisa minum Pertalite, Innova disarankan menggunakan bahan bakar RON di atas 90.
4. Kebocoran oli
Oli mobil rentan bocor, terutama di bagian crankshaft dan timing belt. (123RF/yangtak)
Selain boros bensin, mesin 1TR-FE pada generasi pertama rentan mengalami kebocoran oli. Terutama di bagian crankshaft atau timing belt.
Baca juga: 7 Tips Beli Mobil Diesel Bekas biar Minim Biaya Perbaikan
5. Akselerasi lemah
Penyakit yang menjangkit mobil Innova diesel selanjutnya yaitu akselerasi lemah. Selain berkaitan dengan mobil pincang, masalah ini juga bisa disebabkan kerusakan pada Variable Nozzle Turbo (VNT).
Komponen ini bertugas mengatur masuknya udara dari turbo ke dalam mesin. Jika VNT rusak, suplai udara ke ruang bakar jadi terganggu sehingga mobil seakan kehilangan tenaga.
6. Minim fitur
Interior Toyota Innova bekas generasi awal. (Toyota Trust)
Sebagai mobil MPV kelas menengah seharga Rp300 jutaan, Innova generasi pertama dan kedua terbilang minim fitur.
Hanya ada immobilizer, airbag, pelipat spion otomatis, dan ABS. Semburan AC pada keluaran batch pertama terbilang kecil dan terbatas.
7. Kaki-Kaki mobil bermasalah
Innova menggunakan suspensi keong yang kurang ideal untuk menghajar medan berat. Tahu-tahu, kaki-kaki sudah keseleo.

Baca juga: 8 Tips Beli Mobil Tarikan Leasing, Lebih Aman via Lelang
Temukan mobil Innova bekas yang masih prima di lelang mobil bekas IBID. Lelang diadakan online dan bisa diikuti dari mana saja.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang
Terpopuler

11 Motor Matic Paling Irit Tahun 2026, Pilihan saat BBM Naik

33 Daftar Istilah Lelang di IBID, Sudah Tahu?

Inilah Proses dan Biaya Balik Nama Mobil Terbaru 2026


