
Beli Mobil Bekas, Wajib Tahu Cara Baca Angka dan Kode Ban
Saat beli mobil bekas, pastikan usia ban masih bagus. Untuk mengetahuinya, ibiders tinggal melihat kode ban di permukaan roda.
Kode ini merupakan kombinasi antara huruf dan angka. Jika kondisi ban masih bagus, kamu hanya perlu mengganti sparepart lainnya, seperti oli dan filter udara.
Cukup rotasi ban per 6 bulan atau 10.000 km untuk penggunaan normal atau 5.000 km kalau mobil sering dipacu. Sebab, ganti ban direkomendasikan setiap 3 tahun sekali.
Lalu, apa arti kode ban dan bagaimana cara membacanya? Yuk, simak penjelasan IBID - Balai Lelang Serasi hingga tuntas.
Baca juga: 5 Cara Mengetahui Odometer Mobil Reset atau Diputar
Arti kode ban mobil
Contoh kode ban mobil bekas. (PT Balai Lelang Serasi)
Sebenarnya, ban diproduksi dengan daya tahan dan ukuran berbeda tergantung jenis mobil.
Karenanya, pabrikan ban memberikan susunan kode berupa alfanumerik pada permukaan luar ban.
Sebagai referensi, simak penjelasan kode ban mobil P170/50/R14 70S di bawah ini.
1. Huruf P sebagai deskripsi ban
Terletak di bagian depan susunan kode ban mobil, huruf P menjelaskan penggunaan ban sesuai jenis mobil. Biasa ditemukan pada ban mobil Eropa atau Amerika.
Huruf P berarti mobil penumpang (passenger car). Ada juga kode LT untuk kendaraan truk ringan (light truck), ST untuk truk trailer (special trailer), dan T untuk ban serep.
2. 3 angka sebagai lebar tapak ban
Tiga angka 170 pada P170/50/R14 70S mewakili ukuran lebar tapak ban dengan satuan milimeter.
Lebar tapak mempengaruhi daya cengkeram ban terhadap permukaan dan akselerasi mobil. Biasanya mobil SUV atau MPV menggunakan tapak ban yang lebar.
3. 2 angka sebagai rasio aspek ban
Angka 50 yang dipisahkan oleh garis miring pada P170/50/R14 70S merupakan rasio aspek ban. Artinya, ukuran ban secara vertikal dari bibir velg ke garis terluar ban.
Angka di bawah 55 memiliki respon setir dan handling yang lebih baik dibandingkan di atas 55.
4. R dan 2 angka sebagai jari-jari ban
R14 pada contoh menunjukkan jari-jari lingkaran ban mobil yang diukur antara jarak bibir ban bagian dalam. Elemen ini mengikuti ukuran velg. Bila velg berukuran 14, maka ukuran ban yang dipilih yaitu R14.
Huruf R sendiri berarti Radial Construction, standar kode untuk ban penumpang. Adapun ban kendaraan non-penumpang diwakili huruf B atau Bias-ply, misalnya ban truk.
5. 2 angka terakhir sebagai indeks beban
Indeks angkut beban pada ban. (PT Balai Lelang Serasi)
Elemen 2 angka terakhir yang terletak di baris paling akhir merupakan indeks beban (load index) atau kemampuan angkut beban pada ban.
Sebagai contoh, angka 70 pada P170/50/R14 70S menandakan ban mampu menahan beban sebesar 335 kg.
Baca juga: Mau Beli Mobil Bekas dari Luar Kota? Pertimbangkan Hal Ini
6. Huruf terakhir sebagai batas kecepatan
Terletak di urutan terakhir kode ban, huruf S pada P170/50/R14 70S menunjukkan batas kecepatan (speed rating) yang mampu ditempuh oleh ban. Berikut rinciannya.
Q = 160 km/jam
S = 180 km/jam
T = 190 km/jam
U = 200 km.jam
H = 210 km/jam
V = 240 km/jam
W = 270 km/jam
Y = 300 km/jam
Z = 240 km/jam
Jadi, kode S menandakan mobil sebaiknya tidak dikendarai melebihi 180 km/jam.
7. Kode DOT dan kode produksi ban mobil
Department of Transport (DOT) merupakan institusi yang memberikan standar penilaian dan standarisasi ban.
Kode DOT berisi kode manufaktur, kode ukuran ban, dan kode konstruksi manufaktur.
Empat angka setelah kode DOT merupakan tahun produksi di mana 2 angka pertama mewakili minggu dan 2 angka terakhir sebagai tahun.
Sebagai contoh, 3021 berarti ban diproduksi di minggu ke-30 tahun tahun 2021.
8. Kode UTQG
Dikeluarkan oleh DOT, kode Uniform Tyre Quality Grading (UTQG) terdiri dari tingkat traksi (traction rating), tingkat temperatur (temperature rating), dan tingkat ketahanan atau keausan (treadwear rating).
Kode ban mobil ini biasanya terpisah dengan rangkaian kode produksi dan jarang ada di ban mobil.
Traction Rating diwakili huruf AA, A, B, dan C. AA berarti ban memiliki tingkat traksi terbaik, sementara C buruk.
Temperature Rating menggunakan huruf A, B, C yang mewakili kemampuan ban melepas panas. Huruf A menandakan ban memiliki kemampuan yang lebih baik dibanding C.
Treadwear Rating diwakili dengan angka puluhan hingga ratusan. Semakin tinggi angkanya, semakin baik ketahanan ban.
9. Gambar segitiga dan garis

Gambar segitiga dan garis melintang pada ban mobil
Gambar segitiga di bagian terluar tapak ban dan garis melintang di sela-sela alur ban merupakan tanda tingkat keausan (Tread Wear Indicator).
Ban dinyatakan aus bisa ketinggiannya menyentuh logo segitiga, garis pada bunga ban, atau garis melintang di antara alur ban.
Dengan memahami arti angka dan kode ban, kamu bisa menilai kondisi aktual ban mobil bekas pilihanmu.
Jangan lupa cek komponen eksterior, interior, mesin, hingga kelengkapan surat kendaraan.

Baca juga: Awas Mobil Bekas Banjir, Cek Dulu Sebelum Terlanjur Beli
Temukan mobil bekas sesuai kebutuhan dan dana di balai lelang IBID. Bisa juga ajukan kredit mobil, lho.
Untuk informasi lebih lanjut, akses situs web www.ibid.astra.co.id atau aplikasi IBID yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store.
Jangan lewatkan informasi terbaru akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang





