
7 Tips Membeli Motor Bekas yang Aman dari Penjual Nakal
Motor bekas bisa menjadi alternatif bagi ibiders yang ingin punya motor tapi bujet terbatas. Meski bekas, bukan berarti motor dalam kondisi pas-pasan. Supaya tak menyesal di kemudian hari, kenali tips membeli motor bekas yang aman.
Dengan banyaknya penjual motor bekas tak bertanggung jawab, kamu perlu berhati-hati saat memilih motor. Tak jarang motor bermasalah dipoles sedemikian rupa untuk meraup keuntungan lebih.
Bila terlanjur beli, tak menutup kemungkinan kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya perbaikan. Sebagai referensi, kamu bisa cek tips membeli motor bekas yang aman dari IBID - Balai Lelang Serasi di bawah ini.
Baca juga: 11 Motor Matic Paling Irit di Tahun 2023, Pilihan Tepat saat BBM Naik
Tips membeli motor bekas yang aman
Mulai dari melakukan riset harga pasar hingga mencoba test ride, inilah tips membeli motor bekas yang bisa kamu terapkan dari IBID - Balai Lelang Serasi.
1. Riset harga pasaran motor
Setelah menentukan merek dan tipe motor bekas yang kamu inginkan, lakukan riset harga pasar. Tips membeli motor bekas ini bertujuan untuk mengetahui kisaran harga motor sehingga kamu bisa menyiapkan bujet yang diperlukan dan tak tergiur dengan tawaran harga yang murah. Selain itu, hal ini juga berguna untuk melakukan negosiasi saat transaksi jual-beli.
Dengan mengetahui harga pasaran motor baru dan bekas saat ini, kamu bisa terhindar dari penjual nakal. Bila harga motor bekas yang ditawarkan tidak terlalu jauh dengan harga baru, tentu kamu akan merugi. Terlebih setiap tipe motor memiliki harga dan kondisi berbeda.
2. Lakukan inspeksi motor
Tak boleh dilewatkan, lakukan inspeksi motor sebelum berpindah tangan. Pastikan pengecekan komponen motor dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bodi, oli, mesin, hingga spidometer.
Tak hanya itu, tanyakan apakah semua suku cadang yang digunakan masih asli dan tidak ada perubahan. Kamu pun bisa mengecek kondisi dan jumlah oli dengan alat pengukur batas maksimal yang biasanya ada pada penutup oli.
Jika kedua hal di atas berjalan baik, hidupkan kendaraan untuk memeriksa suara mesin. Bila mesin yang dinyalakan tanpa digas dengan putaran mesin di bawah 1500 rpm mendadak mati, bisa jadi ada masalah.
Spidometer pun tak luput dari pengecekan. Jika jarak tempuh di atas 20.000 km, kemungkinan banyak komponen yang akan segera diganti sehingga tidak membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
3. Cek surat kendaraan
Setelah melakukan inspeksi komponen motor, cek juga kelengkapan dokumen kendaraan. Pastikan STNK dan BPKB sesuai dengan nomor pelat motor dan nama pemilik sepeda motor.
Kamu bisa mengecek apakah kendaraan sering diperjualbelikan atau baru di tangan pertama melalui BPKB. Hal ini bertujuan agar kamu tidak salah membeli motor curian sebab kasus curanmor semakin meningkat.
4. Cocokan nomor rangka dan mesin
Tak sedikit pembeli motor bekas yang melewatkan tahap pengecekan nomor rangka dan mesin pada motor. Padahal, hal ini krusial untuk mengetahui apakah motor hasil curian dan menghindarkan masalah ketika hendak mengurus surat kendaraan nantinya.
Pastikan nomor yang tertera pada rangka mesin sama dengan yang tertulis dengan surat kendaraan. Jadi, bila nomor tidak cocok dengan surat, ada baiknya urungkan niat untuk membelinya sebab berakibat fatal.
Selanjutnya, teliti apakah nomor rangka dan mesin motor asli dan bukan patokan kasar. Pasalnya, penjual atau penadah motor curian kerap mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara diketok.
Khusus wilayah DKI Jakarta, kamu pun bisa mengecek nomor polisi ke SMS layanan Polisi. Caranya, ketik Metro(spasi)nomor polisi dan kirim ke 1717.
Baca juga: 8 Fakta Rangka eSAF Motor Honda yang Diduga Karatan
5. Hindari pembayaran down payment
Tips membeli motor bekas yang aman selanjutnya adalah menghindari pembayaran uang muka (down payment) sebelum mengecek kondisi motor secara menyeluruh. Jangan sampai kamu semata-mata tergiur dengan harga murah lantas langsung membelinya, terlebih bila motor dipasarkan secara online.
Selain itu, hiraukan alasan yang ditawarkan oleh penjual agar motor tidak dibeli orang lain. Tanpa melihat langsung kondisi kendaraan atau laporan inspeksi, potensi kerugian akan tetap ada.
6. Selektif saat memilih
Dalam membeli motor bekas, kamu harus selektif saat memilih. Dengan banyaknya penjual yang pandai mengakali konsumen, kamu perlu meningkatkan kewaspadaan. Lakukan riset lewat media sosial dengan mencari tahu identitas penjual atau tempat jual-beli motor yang dimiliki.
Tips membeli motor bekas yang aman ini juga berlaku ketika kamu memutuskan untuk bertransaksi secara online. Selain melalui showroom dan dealer, kamu bisa mendapatkan motor incaranmu secara lelang di balai lelang terpercaya, misalnya IBID - Balai Lelang Serasi.
Sebelum dilelang, motor melalui proses inspeksi dari segi komponen dan kelengkapan dokumen kendaraan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kondisi motor secara pasti dan transparan.
7. Test ride
Tak kalah penting, lakukan test ride sebelum membeli motor bekas. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah motor nyaman dikendarai atau ada kendala pada handling maupun akselerasinya.
Itulah tips membeli motor bekas yang aman agar terhindar dari boncos. Sesuaikan harga yang ditawarkan oleh penjual dengan kondisi motor dan bujet yang kamu miliki.

Baca juga: Air Radiator Motor Berbuih? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Ibiders bisa mendapatkan motor bekas dengan kondisi pasti di IBID - Balai Lelang Serasi. Lelang motor bekas di lelang IBID berlangsung mudah dan transparan. Kamu bisa menikmati beragam keuntungan, seperti biaya admin yang ringan, promo menarik, dan jadwal lelang yang fleksibel.
Tunggu apa lagi? Kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang




