
Lagi Cari Mobil Bekas Impor? Jangan Lupa Cek 5 Hal Ini
Saat beli mobil bekas, jangan cuma fokus dengan tampilannya. Ada beberapa hal yang perlu dipastikan supaya mobil seken incaran ibiders sesuai kebutuhan dan aman dari segi administrasi.
Mobil bekas impor dari Importir Umum (IU) cukup populer di pasar mobil bekas Tanah Air. Karena diproduksi di luar negeri, beberapa kendaraan memiliki spek berbeda.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya mobil impor bekas pilihanmu layak jalan. Berikut di antaranya.
1. Asal mobil
Jangan lupa periksa asal-usul mobil. Pilih kendaraan dari importir yang dibawa langsung dari negara asal mereknya, misal mobil Jepang yang diimpor langsung dari Jepang.
Hal ini dilakukan karena suku cadang biasanya susah untuk didapatkan untuk mobil yang diimpor lewat negara ketiga, seperti Hong Kong.
Salah satu alasannya karena Vehicle Identification Number mungkin tidak terdaftar di negara asal sehingga menyulitkan pencarian suku cadang yang tepat.
2. Cek dokumen mobil
Selanjutnya, kamu harus memastikan administrasi mobil aman. Kelengkapan dokumen STNK, BPKB, kwitansi, form A, dan, faktur kendaraan harus ada.
Selain itu, data pada Form A dan BPKB harus sesuai. Sebagai informasi, Form A merupakan bukti legal pelunasan pajak kendaraan dan bea masuk. Tanpa surat ini, mobil bekas riskan untuk dibeli.
3. Periksa kondisi fisik dan riwayat servis mobil
Tampilan mobil yang menarik sering bikin jatuh hati. Tapi, jangan lupa cek bagian mesin, interior, hingga buku servis untuk melihat riwayat perawatan mobil sebelumnya.
Untuk hasil yang lebih pasti, pemeriksaan juga bisa kamu lakukan di bengkel spesialis mobil IU dengan biaya sekitar Rp500 ribu–Rp700 ribu, tergantung mereknya. ABS, navigasi, sistem audio, dan lainnya bakal dicek untuk memastikan masih berfungsi dengan baik.
4. Cek ketersediaan spare part
Setiap mobil punya kebutuhan perawatan berbeda, terutama mobil impor dengan spek tertentu. Jadi, cari tahu ketersediaan suku cadang dan harganya agar tak jadi kendala saat mobil sudah berpindah tangan.
Kamu bisa mendapatkan suku cadang fast moving melalui bengkel spesialis mobil IU. Suku cadang ini di antaranya kampas rem, filter oli, fuel pump, busi mobil, aki, dan karet mobil.
Sementara itu, suku cadang slow moving yang jarang alami kerusakan butuh waktu hingga dua bulan untuk didatangkan.
5. Perhatikan spek mesin
Terakhir, pertimbangkan jenis bahan bakar yang digunakan agar performa mobil tetap optimal.
Mobil impor bekas bermesin bensin bisa menggunakan RON 95, contohnya Pertamax Green 95 dan Shell V-Power.
Sementara itu, beberapa mobil impor bekas mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel berstandar Euro 4 atau Euro 5.
Kamu bisa menggunakan bahan bakar Dexlite dan Pertamina dex untuk Euro 4, serta Shell V-Power Diesel dan bp Ultimate Diesel untuk Euro 5.
Pilih platform terpercaya untuk ikut lelang mobil bekas biar aman. IBID resmi terdaftar di DJKN, unit telah diinspeksi, dan pembayaran aman via VA.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store.
Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang





