
5 Tips Buat Toyota Yaris Tetap Jadi Andalan
Pada awal kedatangannya di Indonesia, Toyota Yaris dikenal sebagai mobil mungil dengan bensin irit dan biaya operasional yang relatif terjangkau. Tak heran hatchback bermesin 1.500 cc ini berhasil menarik perhatian banyak orang terutama mereka yang berjiwa muda dengan kehidupan dinamis yang mengutamakan kemudahan.
Toyota Yaris masuk ke nusantara pertama kali pada tahun 1999. Kehadirannya tidak lepas dari pendahulunya, Toyota Startlet yang naik daun pada era 1980 hingga 1990-an. Mobil berbuntut ini dianggap sebagai suksesor Toyota Starlet yang pertama kali dipamerkan ke umum pada ajang Frankfurt Motor Show 1997 dengan sebutan Toyota Funtime Concept.
Meski terlihat sempurna, ternyata ada beberapa cara untuk meningkatkan perfoma Toyota Yaris agar semakin bisa diandalkan. Dilansir dari Otomotifnet, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut ulasannya.
1. Sakelar Lampu
Sakelar lampu ini berada di belakang setir. Meski jarang terjadi, namun ada beberapa kasus dimana sakelar ini tidak berfungsi. Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut yaitu dengan tidak menggunakan watt lampu yang terlampau besar karena dapat membuat sakelar lebih cepat panas.
Jika kamu ingin menggunakan lampu dengan watt besar, lebih baik menambahkan relay tambahan yang berfungsi untuk memindahkan jalur listrik sehingga tidak langsung menembak ke sakelar lampu langsung.
2. Sensor Oksigen
Sensor oksigen bisa rusak akibat kualitas bahan bakar buruk, pembakaran premature, atau komponen pengapian yang tidak terawat dengan baik. Jika sensor oksigen rusak, biaya perbaikan yang diperlukan cukup merogoh kocek kantong. Saluran oksigen yang ditancapkan pada saluran gas buang ini dibanderol Rp 1.3juta/buah jika harus menggantinya. Sedangkan Yaris menggunakan 2 buah sensor oksigen yang berada di bagian atas dan bawah. Untuk mengantisipasinya, kamu harus mengeceknya pada saat perawatan rutin. Karena jika sudah terlanjur rusak, mobil kamu bisa mogok di tengah jalan.
3. Radius Putar
Toyota Yaris memiliki radius putar yang besar, sehingga kamu harus mengambil ancang-ancang dari jauh sebelum akan berputar balik. Kamu juga bisa mengganti velg Toyota Yaris agar semakin cekatan.
4. Karet Support Sokbreker
Masalah karet support sokbreker di kaki-kaki pernah dialami oleh Toyota Yaris angkatan 2010. Gejala awal ditandai dengan bunyi ‘kletek-kletek’ pada ban mobil. Ternyata kejadian tersebut dipicu karena kurangnya pelumas. Mengingat harga karet support sokbreker yang lumayan mahal, sekitar Rp 600 ribuan, maka sebaiknya kamu rutin memberikan pelumas dibagian luar dan dalamnya.
Karena jika pelumas di pangkal atas sunsensi dibiarkan mengering, fleksibilitas memutar ban akan terganggu karena seret. Semakin dibiarkan, keadaan karet support sokbreker ini akan menjadi getas. Imbasnya, akan terjadi benturan sangat keras jika mobil menghantam lubang di jalan. Sebelum karet support sokbreker pecah, sebaiknya kamu rajin-rajin merawatnya ya.
5. Baterai Cadangan untuk Remote Keyless-Entry
Bagi pemilik Toyota Yaris S keluaran pertama, kamu harus menyediakan baterai cadangan. Karena jika daya habis, maka mobil tidak dapat distarter karena immobilizer tidak bisa menerima pancaran gelombang frekuensi dari remote.
Nah, itulah lima tips yang dapat kamu terapkan kepada mobil Toyota Yaris kesanganmu. Kamu tak perlu cemas lagi jika menghadapi beberapa kendala saat mengendarainya.
Lalu, bagi kamu yang sedang mencari mobil bekas seperti Toyota Yaris dengan harga pas di kantong, cek jadwal lelang di website IBID minggu ini. Tak hanya Toyota Yaris, sebagai balai lelang yang sudah beroperasi sejak tahun 2007, IBID melelang ratusan kendaraan dengan merek dan varian yang beragam.




