
Mau Beli Mobil 4x4 Bekas? Cek 5 Komponen Ini
Di tengah maraknya mobil LCGC dan city car bekas, mobil berpenggerak 4 roda atau All-Wheel Drive, Four-Wheel Drive (4WD), atau secara sederhana disebut mobil 4x4 bekas masih punya daya tarik tersendiri.
Selain lebih murah, mobil 4x4 bekas juga dibutuhkan untuk beberapa kebutuhan niaga untuk kebutuha perkebunan dan pertambangan. Contohnya saja seperti Toyota Hilux atau Mitsubishi Triton yang keduanya merupakan mobil double cabin pick up berpenggerak 4 roda.
Buat kamu yang tertarik untuk membeli mobil 4x4 bekas, sebaiknya simak dulu tips memilih mobil berpenggerak 4 roda berikut ini!
Baca juga : 7 Motor Matic Paling Irit di Tahun 2022, Pilihan Tepat saat BBM Naik
Tips Memilih Mobil 4x4 atau 4WD Bekas
Berbeda dengan mobil berpenggerak roda dua, mobil 4WD memiliki biaya perawatan yang lebih mahal. Hal ini karena pada mobil 4x4 memiliki komponen tambahan seperti propeller shaft, differential, transfer case dan sistem Torque on Demand yang memungkinkan torsi bisa dikirim ke bagian roda tertentu.
Melihat biaya servis mobil 4x4 yang mahal tersebut, membuat kamu harus jeli ketika ingin memilih mobil 4x4 bekas agar tidak terlalu rugi. Yuk, simak tips memilih mobil bekas 4x4 berikut ini.
1. Riset Terlebih Dahulu Mobil 4x4 yang Kamu Incar
Sebelum membeli, ada baiknya kamu melakukan riset kecil-kecilan tentang mobil tersebut kepada penjual. Menurut Jock McDonald, salah satu praktisi 4WD 24-7, setidaknya kamu sudah mengantongi 4 pertanyaan ini sebelum membeli mobil 4x4 bekas:
Selama pemakaian, mobil tersebut digunakan untuk apa? daily driving perkotaan, olahraga off-road, atau industrial?
Bolehkah Saya melihat riwayat servis mobilnya dan sejak kapan mobil ini diservis?
Apakah pernah mengalami kecelakaan? Jika ya, seberapa parah dan part apa saja yang mengalami perbaikan?
Kenapa mobil tersebut dijual?
Selain menanyakan beberapa hal tadi ke penjual, kamu juga harus meriset mobil yang akan dijual misalnya tahun berapa produksinya, fitur apa saja yang dimiliki oleh mobil tersebut.
Alasannya, apabila kemungkinan terburuknya mobil bekas yang kamu beli harus masuk bengkel, kamu sudah memahami apa yang menjadi kerusakan mobil tersebut.
Baca juga : Beli Mobil Bekas Perusahaan, Apa Untung-Ruginya?
2. Amati Postur Mobil dari Luar
Langkah awal untuk memeriksa kelayakan mobil penggerak 4 roda bekas adalah dengan mengamati postur dari mobil itu sendiri. JIka dilihat dengan mata telanjang, apabila bentuk mobil 4x4 yang sudah tidak proporsional seperti miring sebelah, kamu patut curiga.
Bentuk mobil yang tidak proporsional biasanya akibat dari sasis monokok yang sudah bengkok atau abnormal akibat adanya benturan entah tabrakan atau sering dilalui di jalan off road.
3. Periksa Keausan Ban
Salah satu keunggulan mobil 4x4 adalah penyaluran tenaga ke seluruh roda atau roda tertentu untuk meningkatkan traksi melalui sistem torque on demand.
Dengan kata lain, mobil 4x4 bekas yang sering digunakan pada lintasan ekstrim biasanya pada salah satu ban mengalami keausan yang cukup parah. Hal ini bisa jadi pertimbanganmu untuk membeli mobil 4x4 bekas tersebut atau tidak.
4. Periksa Karat pada Sela-Sela Bodi
Tips selanjutnya adalah kamu wajib memeriksa bagian-bagian sela bodi apakah terdapat karat atau tidak.
Adanya karat pada bagian pilar, atap, dan bagian sela-sela bawah menandakan bahwa mobil tersebut kurang dirawat dengan baik selepas digunakan untuk berkendara pada medan yang ekstrim.
Selain itu, karat adalah salah satu penyakit pada bodi mobil yang susah dihilangkan yang nantinya berpengaruh pada kondisi mobil saat penggunaan sehari-hari. Terlebih apabila kamu ingin memodifikasi mobil tersebut.
5. Periksa Kap Mesin, Pintu, dan Bagasi
Sama seperti mobil 2WD, kamu juga perlu memeriksa kap mesin, pintu, dan bagasi mobil 4WD untuk melihat apakah ada celah yang tidak rata antara celah satu dengan lainnya.
Jika pun tidak ada, pastikan beberapa kompartmen yang bisa ditutup seperti kap mesin, bagasi, dan pintu bisa tertutup sempurna.
Apabila tidak tertutup sempurna dan ada celah lebar, hampir dipastikan mobil tersebut pernah mengalami benturan hebat yang membuat sasis mobil juga ikut berubah.
6. Periksa Mesin
Seperti yang diketahui, rata-rata mobil 4x4 dibekali dengan mesin diesel untuk mendukung performa. Masih menurut 4WD 24-7, ada beberapa cara mengetes apakah mesin tersebut sudah menunjukan “capek”,
Baca juga : 5 Mobil Blind Van Bekas Mulai dari Rp50 Juta-an, Cocok buat Usahamu!
Pertama, ketika mesin dihidupkan, mobil mengeluarkan asap putih yang menandakan bensin tidak terbakar sempurna yang berarti terdapat masalah pada injektor atau businya.
Kedua, apabila mesin dihidupkan berwarna kebiruan, itu berarti oli mesin masuk ke dalam ruang pembakaran. Ketiga, apabila kamu melakukan test drive dan mobil mengeluarkan suara ngelitik, sudah hampir dipastikan bahwa mobil tersebut sudah mengalami kelelahan.
Ciri-ciri lainnya adalah dengan menyalakan mesin kemudian buka katup pengisian oli mesin dan letakkan tutup katup oli tadi ke atas mesin. Apabila mesin dinyalakan tutup oli terlempar, maka biasanya mobil tersebut sudah mengalami keausan.
7. Cek Bagian Kolong Mobil
Pada mobil 4x4 biasanya terdapat komponen penghubung antara roda depan dan belakang berupa driveline atau shaft. Kamu bisa mengecek komponen ini melalui bagian kolong mobil.
Caranya kamu bisa menggerak-gerakkan secara perlahan masing-masing shaft, apakah terdapat goyangan yang ekstrim atau tidak. Jika ya, berarti mobil tersebut sudah pernah melalui medan berat.
Kamu juga perlu mengecek bagian seal transfer case yang terletak juga di bagian kolong mobil, apakah sudah mulai robek atau belum. Seal transfer case yang sudah tercabik-cabik jika dibiarkan akan membuat oli pada transfer case bocor.
8. Coba Transfer Case Mobil 4x4
Jika memungkinkan, kamu bisa melakukan test drive pada mobil 4x4 bekas yang kamu ingin beli untuk mencoba rasa berkendara terlebih untuk mengetes perpindahan antara dari 2H (2 High) ke 4H (4WD High range) dan 4L (4WD Low range).
Kamu bisa melakukan gerakan maju-mundur lalu berhenti agar perpindahan transfer case jadi lebih mudah. JIka ketika perpindahan terasa ada bunyi di bagian tengah bawah mobil atau terdapat hentakan, ada kemungkinan transfer case mengalami masalah.
Nah, itu lah sedikit tips sebelum kamu membeli mobil 4x4 bekas. Memang para pengguna mobil 4x4 di Indonesia lebih banyak digunakan untuk kebutuhan daily driving bukan olahraga.
Tetap saja, sebagai pembeli mobil bekas, kamu tetap harus waspada untuk melakukan inspeksi terhadap mobil bekas tersebut. Jika perlu, kamu bisa menyewa inspektor mobil profesional.
Namun, apabila kamu tertarik membeli mobil 4x4 bekas dengan kondisi apa adanya dan sudah melewati proses inspeksi, kamu bisa mengikuti lelang mobil salah satunya di IBID.
Buat yang belum tahu, balai lelang IBID adalah perusahaan balai lelang otomotif dan non-otomotif yang memiliki ratusan unit yang dilelang setiap bulannya termasuk mobil-mobil berpenggerak 4 roda atau 4x4.
Berbeda dengan balai lelang lain, di IBID kamu bisa langsung ikutan lelang melalui smartphone. Caranya kamu cukup download aplikasi IBID secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store.
Untuk mengetahui jadwal lelang dan unit lelangnya, kamu bisa cek www.ibid.astra.co.id




