
7 Komponen Mobil yang Wajib Dicek setelah Perjalanan Panjang
Setelah perjalanan panjang seperti mudik lebaran menggunakan mobil, bukan hanya fisik kamu saja yang perlu diistirahatkan. Mobil pun demikian. Tidak sampai di situ, beberapa komponen mobil pun wajib dicek.
Mobil yang digunakan untuk perjalanan panjang seperti mudik lebaran pasti memberikan dampak tersendiri pada beberapa komponen mobil. Apalagi yang berhubungan langsung dengan mesin.
Lalu, apa saja komponen mobil yang wajib dicek pasca perjalanan panjang? Sebagai panduan, berikut ulasannya.
Baca juga: 6 Bagian Mobil yang Wajib Dicek sebelum Mudik Lebaran
1. Cek Cairan Mobil Termasuk Oli Mesin dan Transmisi
Meski oli umumnya diganti setiap 10.000 Km, memeriksa kondisi dan mengganti oli pasca bepergian jauh wajib dilakukan apalagi jika perjalanan yang ditempuh tanpa henti hingga ratusan kilometer.
Pasalnya, tidak sedikit mobil mengalami ngelitik atau getaran ketika dibawa bepergian jauh sehingga salah satu bagian yang wajib dicek adalah oli mesin.
Selain oli mesin, kamu juga wajib memeriksa oli transmisi, minyak rem, dan minyak kopling. Jika terasa sudah kering atau berubah warna, kamu wajib menggantinya.
2. Periksa Radiator Mobil, Komponen Wajib Cek setelah Perjalanan Mudik
Salah satu komponen yang juga bekerja ekstra ketika mobil dibawa bepergian jauh seperti mudik lebaran adalah radiator.
Radiator adalah komponen mobil yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Salah satu komponen penting yang wajib diperiksa adalah bagian air radiator dan selangnya.
Periksa bagian reservoir air radiator. Apabila air radiator berubah warna atau terkuras, itu berarti terdapat masalah pada komponen radiator yang umumnya menjangkit bagian selang dan sirip radiator.
Hal tersebut juga menandakan bahwa mesin mobil mengalami overheat. Jika itu terjadi, kamu wajib membawanya ke bengkel untuk memeriksa mobil secara menyeluruh.
Baca juga: Ini Alasan kenapa Warna Air Coolant Radiator Berbeda-beda
3. Pastikan Rem Masih Berfungsi dengan Baik
Rem adalah komponen yang paling sering berinteraksi dengan pengemudi ketika bepergian jauh.
Bahkan tidak sedikit pengemudi yang tanpa sadar menekan tuas rem secara terus-menerus sehingga menyebabkan rem menjadi cepat aus.
Jadi, pastikan setelah kamu selesai bepergian jauh, periksa bagian kampas rem, piringan rem, dan mengecek kepakeman rem.
4. Kaki-kaki, Komponen Rawan Rusak setelah Dipakai Mudik
Beban berat yang dibawa ketika bepergian jauh sejatinya berdampak langsung pada bagian kaki-kaki mobil. Apalagi ukuran mobil yang dikendarai tidak sesuai dengan beban yang dibawa.
Meski sulit dideteksi, ada beberapa bagian kaki-kaki yang bisa kamu periksa dengan mudah. Pertama adalah bagian shockbreaker dan bagian support-nya. Caranya mudah, periksa kolong dan temukan komponen berbentuk ulir.
Di bagian dalam ulir tersebut terdapat karet pelindung. Apabila karet tersebut dibuka dan terdapat rembesan pelumas, berarti terdapat masalah pada bagian shockbreaker tersebut.
Baca juga: Inilah 5 Komponen yang Pengaruhi Kerusakan pada Kaki-kaki Mobil
Begitu juga pada bagian support-nya yang berbentuk karet. Pastikan karet tidak getas atau retak-retak.
Selain itu kamu juga bisa mengayunkan mobil. Apabila mobil memiliki pantulan berkali-kali, itu berarti shockbreaker mengalami masalah.
Nah, selain bagian shockbreaker ada juga bagian lain seperti laher, rack steering, karet ball joint dan karet bushing. Pastikan komponen-komponen tadi tidak ada yang getas atau kendur.
Apabila kamu tidak mengetahui komponen-komponen tadi, kamu bisa membawanya ke bengkel atau menggunakan jasa inspeksi mobil.
5. Cek Tekanan dan Keausan Ban
Sama seperti rem dan mesin, ban juga merupakan komponen yang paling sering digunakan ketika mobil dibawa bepergian jauh. Sehingga bukan tidak mungkin ban mobil mengalami keausan.
Selesai bepergian jauh atau mudik, pastikan kamu langsung cek tekanan ban dan kondisi keausan ban.
Pada mobil-mobil modern, kamu tidak lagi membutuhkan alat pengukur tekanan ban dan hanya perlu memeriksanya di bagian MID melalui Tyre Pressure Monitoring System (TPMS).
Sedangkan untuk memeriksa keausan kamu bisa mengecek Tread Wear Indicator (TWI) pada ban yaitu di bagian dinding dan bunga ban.
Pada bagian bunga ban, terdapat TWI berbentuk garis di antara bunga ban. Jika ketinggian bunga ban dan TWI itu sama, maka ban mobil sudah dalam keadaan aus.
Sementara pada bagian dinding ban terdapat TWI berbentuk segitiga. JIka permukaan ban sudah menyentuh sudut segitiga tersebut, ban mobil juga bisa dianggap aus.
Baca juga: Ini Arti Angka dan Kode Ban Mobil yang Perlu Kamu Tahu
6. Periksa Kelistrikan Mobil
Salah satu sumber kelistrikan mobil berasal dari aki. Aki yang digunakan untuk kebutuhan beban listrik yang berat atau overcharge menyebabkan air pada aki cepat habis dan membuat aki jadi cepat aus.
Selain itu, pastikan juga grounding atau kabel mobil masih dalam kondisi baik. Biasanya, mobil yang mengalami overheat akan mempengaruhi kabel kelistrikan.
Kamu juga bisa memeriksa bagian klakson, fungsi tombol-tombol setir dan AC, lampu mobil, wiper, pintu, hingga MID.
7. Pastikan Tidak ada Kebocoran AC Mobil
Cuaca tropis di Indonesia yang cenderung panas membuat AC mobil sering digunakan apalagi dalam perjalanan jauh.
AC mobil yang sering digunakan pun menyebabkan kotoran yang menumpuk di bagian evaporator. Tidak jarang hal ini membuat AC mobil mengalami kebocoran.
Pastikan AC mobil kamu tidak bocor hingga ke kolong mobil atau bahkan bocor ke dalam kabin mobil. Jika dibiarkan terlalu lama, kinerja AC mobil pun menjadi tidak maksimal.
Nah, itu lah beberapa komponen mobil yang wajib diperiksa setelah perjalanan panjang salah satunya mudik lebaran. Selain pasca perjalanan panjang, setiap pagi sebelum beraktivitas, kamu juga wajib mengecek komponen-komponen mobil.
Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini 13 Komponen Penting pada AC Mobil
Berbicara lebaran, biasanya waktu lebaran dijadikan sebagian besar orang untuk memiliki tunggangan baru salah satunya mobil. Mungkin di antaranya adalah kamu.
Namun sebelum itu, pastikan kamu sudah memutuskan kemana mobil lamamu akan dijual. Jika masih bingung, kamu bisa menjualnya dengan cara titip jual di balai lelang.
Berbeda dengan menjual langsung di dealer atau marketplace, di balai lelang mobil kamu akan dijual dalam kondisi apa adanya.
Mobil kamu akan mendapatkan inspeksi secara menyeluruh dan tentunya jika hasil inspeksi mobil kamu bagus, besar kemungkinan mobil kamu cepat terjual.
Selain itu terbatasnya waktu lelang serta banyaknya peserta lelang membuat mobil bekas kamu memiliki potensi harga jual yang lebih tinggi dibanding menjual langsung di dealer.
Baca juga: Panduan Cara Jual Mobil di Aplikasi IBID Balai Lelang Astra
Salah satu balai lelang tepercaya di Indonesia adalah IBID - Balai Lelang Serasi. Diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, proses titip jual di IBID dijamin aman dan transparan.
Tertarik untuk menitipkan mobil kamu untuk dilelang di IBID? Caranya mudah, cukup download aplikasi IBID - Balai Lelang Serasi di Google Play Store dan Apple App Store secara gratis.
Buat akun, klik titip jual, dan isi formulir mobil bekas yang ingin kamu lelang. Selesai! Yuk jual mobil bekas kamu di IBID - Balai Lelang Serasi sekarang!




