
Apa Itu Cruise Control? Kenali Cara Kerja dan Fungsinya
Sebagian dari kamu mungkin sering mendengar fitur cruise control pada mobil, namun tahukah kamu apa itu cruise control?
Kamu mungkin juga mengira bahwa fitur tersebut hanya ada pada model modern. Padahal, fitur ini sudah ada sejak tahun 1940-an dan tentunya mengalami beberapa kali penyempurnaan.
Lalu, apa itu cruise control? Apa fungsinya dan bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasan lengkapnya yang dirangkum oleh IBID - Balai Lelang Serasi.
Apa itu Cruise Control?
Pada dasarnya, cruise control adalah teknologi yang memungkinkan pengemudi dapat menahan laju mobil pada kecepatan tertentu secara konstan tanpa harus berakselerasi atau menginjak gas.
Dengan kata lain, pengendara tidak perlu menekan atau melakukan buka-tutup gas atau menginjak rem ketika berkendara jarak jauh. Hal ini juga membantu mengurangi rasa pegal pada kaki yang terus-terusan berada di pedal gas atau pedal rem.
Baca juga: Fungsi Eco Indicator, dan Cara Menggunakannya di Toyota All New Rush
Sejarah Cruise Control, Diciptakan oleh Seorang Tuna Netra
Sistem cruise control modern kali pertama ditemukan oleh seorang insinyur bernama Ralph Teetor pada tahun 1948. Fakta menariknya Teetor merupakan seorang tuna netra.
Ide teknologi ini muncul ketika pengacaranya sering menaik-turunkan gas ketika berbicara dengan Teetor saat mengendarai mobil. Dianggap lebih membahayakan karena sang pengacara menjadi kurang fokus, Teetor pun menciptakan speedostat.
Cara kerja speedostat a la Teetor pun adalah dengan memanfaatkan solenoid yang terhubung dengan penggerak roda dan kabel gas. Apabila putaran gerak semakin cepat, maka kabel gas akan merespon hal tersebut dan mengendurkan tekanan gas.
Kemudian pada tahun 1958, untuk pertama kalinya teknologi speedostat digunakan secara komersial oleh pabrikan mobil asal Amerika Serikat, Chrysler dan memperkenalkan secara resmi sebagai cruise control.
Lalu di tahun 1965, perusahaan otomotif AMC mengembangkan teknologi ini menjadi lebih praktis. Dimana pengendara bisa mengatur batas kecepatan yang diinginkan.
Lalu tiga tahun kemudian, pada tahun 1968 seorang insinyur bernama Daniel Aaron Wisner memperkenalkan sistem cruise control secara digital yang masih banyak digunakan oleh mobil kebanyakan saat ini.
Kemudian di tahun 1980, prototipe yang dibuat oleh Wisner dikembangkan dan dipasarkan secara luas dengan sistem yang lebih canggih salah satunya adalah sensor pencegah keselamatan.
Baca juga: Perbedaan Sistem Penggerak Mobil 4WD, FWD, RWD, dan AWD
Cara Kerja Cruise Control Modern
Saat ini kinerja cruise control hampir seluruhnya dilakukan secara digital. Dimana sistem ini terhubung ke berbagai komponen yang berkaitan langsung dengan putaran mesin seperti speedometer, drive shaft, throttle, sensor RPM, dan komponen elektronik lainnya.
Umumnya, cruise control akan aktif pada kecepatan tertentu yaitu biasanya di atas 50 Km/jam. Ketika fitur ini dinyalakan di bawah kecepatan wajar, laju kendaraan akan terus naik hingga batas kecepatan wajar yang diinginkan.
Ketika sudah mencapai batas kecepatan wajar yang diinginkan, cruise control akan menahan kecepatan tersebut. Umumnya, kecepatan akan konstan mulai dari angka 50 Km/jam hingga 60 Km/jam.
Namun perlu diingat, setiap pabrikan mobil biasanya memiliki batas kecepatan maksimal. Apabila gas sudah mencapai kecepatan maksimal, kecepatan tidak akan bisa dinaikkan kembali.
Selain itu, cruise control akan nonaktif dengan sendirinya apabila pengemudi menekan pedal rem atau kopling. Ketika pedal dilepas, biasanya mobil sudah memiliki data memory yang akan mengembalikan kecepatan seperti semula.
Baca juga: Awas, Kenali Ciri-Ciri Odometer Mobil Reset atau Diputar
Berkembangnya Adaptive Cruise Control
Belakangan, para pabrikan mobil mulai mengembangkan teknologi yang lebih canggih dibanding sistem konvensional yaitu adaptive cruise control.
Melalui teknologi ini, mobil bisa mengatur kecepatan sesuai dengan lingkungan sekitar melalui sensor, LiDAR, kamera, atau radar yang terpasang di dalam mobil.
Dengan fitur yang lebih adaptif ini, mobil biasanya akan menurunkan kecepatan dengan sendirinya apabila di sekitar terutama di depan terdapat objek atau mobil lain.
Selain itu, pabrikan mobil biasanya memiliki nama sendiri untuk teknologi ini. Misalnya Mercedes-Benz dengan Distronic Plus, BMW dengan Active Cruise Control, dan Lexus dengan Dynamic Radar Cruise Control.
Fungsi, Manfaat, dan Kelemahan Sistem Cruise Control
Seperti yang sudah dibahas pada awal artikel ini, fungsi utama dari cruise control adalah menjaga kecepatan mobil tanpa perlu menginjak atau menekan rem. Sehingga fitur ini memiliki beberapa manfaat bagi pengemudi yaitu:
Mengurangi rasa lelah bagi pengemudi apabila menempuh jarak yang jauh
Mencegah adanya pelanggaran batas kecepatan pada situasi atau jalur tertentu
Menghemat bahan bakar
Usia transmisi dan kampas rem jadi lebih panjang
Di balik berbagai manfaatnya, penggunaan cruise control yang serampangan bisa sangat berbahaya di antaranya sebagai berikut:
Berbahaya apabila digunakan pada medan ekstrim atau cuaca tertentu
Membuat pengemudi jadi lengah dengan situasi jalan
Bisa menyebabkan Sudden Unintended Acceleration yaitu kecelakaan dimana pengemudi tidak sengaja menekan gas alih-alih menekan rem
Baca juga: Transmisi CVT Mobil Rusak: Penyebab, Gejala, dan Perkiraan Biaya Perbaikannya
Cara Menggunakan Cruise Control
Cruise control biasanya tersedia dalam bentuk tombol yang ada di panel setir mobil. Namun beberapa pabrikan meletakkan fitur ini dalam bentuk tuas seperti tuas lampu sein yang terletak di belakang setir.
Apabila cruise control aktif, maka akan muncul logo speedometer atau tulisan cruise ON dan tulisan cruise OFF apabila speedometer mati. Berikut cara menggunakan cruise control:
Tekan gas pada kecepatan yang diinginkan. Umumnya di angka 50 - 60 Km/jam
Tekan tombol cruise control yang umumnya bertuliskan; CRUISE, CRUISE ON/OFF
Apabila kamu ingin menambah kecepatan, tekan tombol “RES +”, “RES”, “RES ACCEL” atau “Accelerate” pada set tombol setir. Apabila tombol ini ditekan, kecepatan akan bertambah 1km/jam
Namun kamu juga bisa menurunkan kecepatan dengan tombol “SET -”, “SET”, “SET DECEL” atau “decelerate” pada set tombol setir
Untuk menonaktifkan fitur ini, kamu cukup menekan pedal rem atau menekan tombol “CANCEL” pada tombol set cruise control pada setir
Tips Aman Berkendara Menggunakan Cruise Control
Ada beberapa tips aman berkendara ketika kamu hendak atau sedang menggunakan cruise control di antaranya adalah sebagai berikut:
Tetap Siaga dalam Kemudi
Salah satu alasan fitur ini tidak disebut autopilot dan dikenal sebagai cruise control adalah karena dalam penggunaannya, fitur ini tetap membutuhkan kesadaran sang pengendara.
Oleh karena itu, ketika kamu mengaktifkan fitur ini, pastikan tangan dan kaki masih dalam kondisi siaga kemudi. Tangan masih memegang setir, dan kaki siaga berada di kedua pedal.
Jangan Gunakan di Jalur Berkelok atau Cuaca Ekstrim
Cruise control sejatinya cocok digunakan pada jalur-jalur bebas hambatan yaitu tol dan tidak cocok digunakan di jalur yang penuh kelok. Ketika cuaca ekstrim misalnya hujan badai, jalanan licin, atau jalanan berbatu, pastikan gas dan kemudi masih berada di bawah kendalimu.
Selain itu, ketika menggunakan fitur ini pastikan kamu tidak berada di posisi kiri. Aktifkan fitur cruise control dengan menggunakan lajur kanan.
Fokus dan Lihat Sekeliling
Menggunakan fitur ini bukan berarti kamu kehilangan fokus, tetap lihat sekelilingmu. Bagaimana kondisi jalan, bagaimana kendaraan yang ada di sekitarmu, dan tentu rute atau tanda jalan yang akan kamu lewati.
Jangan Serampangan Menaikkan Kecepatan
Kesalahan lainnya yang sering dilakukan oleh pengendara ketika mengaktifkan cruise control adalah menaikkan kecepatan secara serampangan. Meski banyak pabrikan mobil saat ini yang membatasi kecepatan fitur ini, tetap menaikan kecepatan secara perlahan sesuai dengan situasi di sekeliling.
Baca juga: Cara Beli NPL untuk Ikutan Lelang di IBID, Mudah dan Cepat
Itulah beberapa hal tentang cruise control. Fitur keselamatan yang tentunya wajib ada pada mobil-mobil keluaran saat ini.
Nah, apabila kamu saat ini sedang mencari mobil bekas dengan berbagai pilihan, IBID - Balai Lelang Serasi jadi tempat yang cocok buat kamu.
Di IBID, kamu bisa mendapatkan berbagai macam mobil bekas baik keluaran lama hingga keluaran terbaru yang sudah dilengkapi berbagai fitur keselamatan salah satunya cruise control. Salah satunya adalah Yaris bekas keluaran tahun 2019 yang bisa kamu dapatkan mulai dari Rp150 jutaan.
Berbeda dengan dealer, membeli mobil bekas dengan cara lelang terutama di IBID lebih menguntungkan. Kamu bisa mendapatkan laporan lengkap inspeksi sehingga bisa melihat kondisi mobil yang akan dilelang. Selain itu, kamu bisa ikut menentukan harga jual mobil melalui skema penawaran.
Ayo ikutan lelang mobil bekas di IBID! Cukup download aplikasi IBID melalui Google Play Store atau Apple App Store tanpa perlu datang ke pool! Yuk, ikutan lelang di IBID dan dapatkan mobil bekas impianmu!




