
Apa Itu Aquaplaning dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
Pernahkah kamu kehilangan pengereman saat melaju cepat di jalan yang licin dan penuh genangan air. Jika ya, kamu pernah menghadapi aquaplaning. Apa itu aquaplaning?
Aquaplaning memang terdengar membahayakan. Namun melansir Michelin, Aquaplaning hanya berkontribusi 0.01% dari total kasus kecelakaan.
Jika kamu bisa menguasai kendaraanmu saat jalanan licin dan penuh genangan, aquaplaning tidak begitu membahayakan.
Lantas, apa itu aquaplaning? Bagaimana cara mencegah atau menghadapi kondisi tersebut? Simak selengkapnya melalui artikel IBID - Balai Lelang Serasi.
Baca juga: Ini Arti Angka dan Kode Ban Mobil yang Perlu Kamu Tahu
Apa itu Aquaplaning?
Aquaplaning atau yang biasa disebut hydroplaning adalah situasi dimana roda mobil kehilangan daya traksinya atau daya cengkram terhadap permukaan jalan yang diakibatkan adanya genangan air.
Umumnya, aquaplaning atau hydroplaning terjadi ketika genangan air memiliki ketinggian 0,2 cm dari permukaan jalan.
Umumnya, Aquaplaning terjadi ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, roda kehilangan daya traksi atau cengkramnya.
Roda semakin kehilangan traksinya ketika berada di atas genangan air, Sehingga kemudi menjadi sulit dikontrol.
Kondisi tersebut semakin diperparah ketika pengemudi menekan rem dalam-dalam dan cepat. Sehingga mobil menjadi slip atau tergelincir.
Penyebab Terjadinya Aquaplaning
Ada beberapa penyebab mobil mengalami aquaplaning yaitu sebagai berikut.
Kontur jalan tidak rata sehingga dapat menimbulkan genangan air
Mobil melaju pada kecepatan tinggi
Ban tidak sesuai dengan jenis dan kebutuhan mobil
Ban mobil kurang angin atau tekanan ban yang tidak sesuai
Ban mobil sudah mengalami aus
Baca juga: 7 Penyebab Utama Rem Mobil Blong dan Cara Mencegahnya!
Cara Menghadapi dan Mencegah Aquaplaning
Agar kamu terhindar dari aquaplaning atau hydroplaning sebaiknya kamu perhatikan hal-hal berikut.
1. Periksa Kondisi Ban
Pertama-tama, periksa kondisi ban sebelum berangkat mengendarai mobil. Pastikan tekanan ban mobil dalam kondisi seharusnya.
Bukan hanya itu, periksa juga Tread Wear Indicator (TWI). Pastikan ban mobil tidak aus atau botak dan masih memiliki alur yang baik.
Hindari juga untuk menggunakan ban mobil yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan. Misal, jika mobil kamu adalah SUV gunakan ban mobil yang diperuntukan untuk mobil SUV.
2. Kurangi Kecepatan
Ketika menghadapi aquaplaning, pastikan kamu mengurangi kecepatan dengan cara melepas pedal gas, bukan dengan cara mengeremnya secara dalam.
Lakukan pengereman secara perlahan atau dengan cara teknik stabbing. Namun lakukan ketika kamu merasa kontrol roda sudah dalam kondisi setir atau kondisi lurus.
Baca juga: Apa itu Teknik Engine Brake? Berikut Kegunaan dan Caranya!
3. Lakukan Defensive Driving
Cara mencegah hydroplaning atau aquaplaning adalah dengan menerapkan defensive driving ketika berkendara di jalan yang licin.
Defensive driving adalah gaya berkendara untuk menghindari kecelakaan dengan cara melihat situasi di sekitar.
Dalam kasus menghindari aquaplaning misalnya, kamu bisa melihat apakah terdapat pengendara lain, bagaimana situasi jalan di jalur lain, dan kondisi-kondisi lainnya.
Salah satu cara defensive driving adalah kamu bisa membunyikan klakson dan menyalakan lampu utama depan dan belakang mobil.
4. Oversteering dan Understeering
Salah satu gejala yang ditimbulkan dari aquaplaning adalah terjadinya understeering (roda ban depan kehilangan traksi) dan oversteer (roda ban belakang kehilangan traksi).
Gejala understeering adalah setir mobil tetap meluncur dan sulit dikendalikan. Jika ini terjadi, kamu bisa melepas tuas gas dan mengontrol setir secara perlahan. Selain itu hindari menekan rem secara dalam.
Apabila yang terjadi oversteer, kamu bisa mengikuti arah putaran mobil dan jangan memaksanya untuk membanting kemudi.
5. Matikan Fitur Cruise Control
Terakhir, matikan fitur cruise control yaitu fitur yang memungkinkan kamu bisa mengontrol kecepatan mobil secara stabil.
Meski membantu pengendara, fitur cruise control wajib dimatikan ketika memasuki jalanan yang licin dan berpotensi memiliki genangan.
Mematikan fungsi Cruise Control saat berada di jalur ekstrim seperti licin atau tidak teratur justru membantu kamu mengendalikan mobil.
Pastikan kamu berkendara secara aman dan jangan lupa juga periksa kemudi serta kaki-kaki sebelum menggunakan mobil di tengah jalan yang licin untuk menghindari aquaplaning.
Namun saat ini risiko aquaplaning dapat dikurangi dengan teknologi canggih bawaan mobil modern. Meski tidak sepenuhnya mencegah terjadinya hal tersebut.
Baca juga: Kenali Ciri Mobil Wajib Spooring & Balancing
Buat kamu yang tertarik membeli mobil bekas dan ingin menjual mobil lamamu. Ada cara terbaik untuk mendapatkan harga jual yang optimal sekaligus cepat yaitu dengan cara titip jual di IBID - Balai Lelang Serasi.
IBID - Balai Lelang Serasi adalah perusahaan balai lelang dari Astra dan diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sehingga selain proses transaksinya aman, semua unit yang dilelang juga berasal dari sumber tepercaya.
Cara menitip jual mobil bekas di IBID juga cukup mudah. Daftarkan diri kamu di website ibid.astra.co.id atau melalui aplikasi IBID - Balai Lelang Astra yang bisa di-download secara gratis di Google Play Store dan Apple App Store.
Selengkapnya untuk mengetahui cara menitipkan mobil bekas kamu di IBID di sini.




