
Lakukan 8 Hal Ini Setelah Beli Mobil Bekas, Segera Ganti Oli
Beli mobil bekas memang salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kendaraan impian. Meski begitu, agar mobil bekas yang kamu beli sudah siap pakai dan nyaman untuk dikendarai, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan setelahnya salah satunya treatment.
Nah, buat kamu yang saat ini berniat ingin membeli mobil bekas, berikut hal-hal yang harus kamu lakukan setelah kamu membeli mobil bekas!
1. Bersihkan Kabin Mobil
Meski terlihat bersih, kabin mobil mungkin bisa jadi tempat terkotor yang ada di bagian mobil. Kabin mobil yang didominasi bahan plastik, vinyl, kulit, dan kain jadi tempat terbaik bagi sisa kuman, bakteri, dan virus. Terlebih kabin mobil adalah tempat yang paling sering berinteraksi dengan tubuh manusia.
Bagian-bagian penting yang wajib kamu bersihkan adalah panel dashboard terutama pada bagian tombol-tombol, sela-sela AC, bagian punggung dashboard, dan bagian tuas-tuas. Tidak lupa juga membersihkan bagian pintu, jok, dan karpet mobil.
Agar lebih efektif, kamu bisa menggunakan fogging dengan kandungan benzalkonium chloride yang saat ini sudah banyak tersedia di beberapa kota.
2. Ganti Seluruh Cairan Mobil
Sistem penggerak mobil terdiri dari bahan-bahan keras dimana ketika mobil bekerja, maka akan terjadi traksi atau gesekan. Agar gesekan tersebut tidak merusak komponen penggerak mobil maka dibutuhkan cairan.
Berbeda dengan kondisi mobil baru, cairan pada mobil bekas tentunya sudah melewati masa pakai yang dimana kamu wajib menggantinya. Bahkan bukan tidak mungkin pemilik sebelumnya, sudah lama tidak melakukan ganti oli.
cairan-cairan mobil yang wajib kamu ganti meliputi oli mesin, minyak rem, cairan radiator, hingga oli transmisi. Untuk oli mesin, alangkah baiknya oli dikuras sampai habis sama seperti kamu melakukan pengurasan oli mobil ketika ingin mengganti merek oli.
Baca juga: Cara Mencegah dan Membersihkan Oil Sludge, Jangan Diabaikan!
3. Ganti Semua FIlter Mobil
Setelah semua oli atau cairan mobil diganti, langkah berikutnya adalah mengganti semua bagian filter mobil mulai dari filter oli, filter udara, filter AC, hingga filter bensin.
Selain filter-filter, kamu juga harus mengganti beberapa komponen fast moving lainnya. Misal kampas rem dan busi. Perlu kamu ketahui, komponen fast moving adalah komponen-komponen yang memiliki usia pendek dan cenderung harus diganti ketika mencapai kilometer tertentu.
4. Periksa kaki-Kaki
Salah satu penyakit umum yang dialami oleh mobil bekas adalah kerusakan pada kaki-kaki karena usia pemakaian. Apalagi jika mobil kamu berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive.
Hal ini karena kaki bagian depan mendapat tenaga langsung dari mesin dan juga harus bekerja ekstra untuk mengarahkan ban dari setir mobil.
Adapun bagian kaki-kaki yang perlu kamu perhatikan meliputi shockbreaker, bushing, bearing, hingga drive line. JIka komponen-komponen tersebut sudah mengalami kerusakan, ada baiknya kamu bawa mobil bekasmu ke bengkel dan mengganti komponen-komponen tersebut.
5. Memeriksa Keausan Ban
Selanjutnya adalah memeriksa tingkat keausan ban. Biasanya ban mobil harus diganti setidaknya lima tahun sekali. Selain itu, pastikan bahwa ban mobil bekas yang kamu beli tidak dalam kondisi aus.
Nah, untuk mengetahui kondisi tersebut, kamu bisa cek artikel terkait cara membaca kode ban dari IBID. Di sana dijelaskan tentang kode ban yang terkait dengan tanggal produksi ban dan cara mengetahui tingkat keausan ban.
6. Lakukan Spooring dan Balancing
Jika urusan kaki-kaki dan ban sudah selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan spooring. Adapun spooring sendiri adalah aktivitas untuk menyetel ulang posisi keempat roda sesuai dengan setelan pabrik.
Selain spooring, kamu juga wajib melakukan balancing yaitu menyetel kembali tingkat keseimbangan ban dari segala titik. Jika sudah selesai, saatnya melakukan pengetesan di jalan.
7. Periksa Bagian Kelistrikan Mobil
Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah memeriksa kelistrikan mobil. Mulai dari grounding apakah kabel-kabel mengalami aus akibat panas, bagaimana kondisi relay dan sekring.
Cara mengatasi kelistrikan mobil sebenarnya bisa kamu lakukan sendiri dengan mengetes relay dan sekring dengan multimeter. Namun untuk bagian grounding sebaiknya kamu memanggil teknisi yang memang ahli untuk urusan kelistrikan mobil.
Jangan lupa periksa juga kondisi aki mobil. Apakah aki masih dalam kondisi bagus atau sudah soak. Aki sebagai sumber tenaga mobil juga perlu diperhatikan agar semua sistem kelistrikan bekerja dengan baik.
8. Selesaikan Perkara Surat-Surat Mobil
Sebenarnya ini adalah langkah awal sebelum kamu melakukan 7 hal di atas tadi yaitu menyelesaikan urusan surat-surat kepemilikan mobil. Mulai dari balik nama, mutasi kendaraan, dan biaya-biaya lainnya.
Untuk mengetahui biaya balik nama, cara mengurusnya, dan detail-detail lainnya, kamu bisa cek melalui artikel berikut ini: Biaya dan Cara Balik Nama Kendaraan
Itu lah dia beberapa hal yang wajib kamu lakukan setelah membeli mobil bekas agar bisa kamu kendarai dengan nyaman. Untuk biaya-biaya di atas tadi estimasi dana yang harus kamu keluarkan adalah sekitar Rp 2 jutaan hingga Rp 4 jutaan tergantung jenis perawatannya.
Berbicara mobil bekas, Saat ini kamu bisa mengikuti dan menitip mobil bekas kamu di balai lelang IBID melalui aplikasi yang bisa kamu download di Google Play Store dan Apple App Store secara gratis.
Baca juga: Perbedaan Balai Lelang Swasta dan Pemerintah
Bagi yang ingin menitipkan mobilnya, kamu bisa mengikuti flash auction melalui aplikasi dimana kamu bisa menentukan jadwal lelang mobil sendiri. Bahkan tim IBID akan mendatangi rumahmu sebagai tempat lelang tanpa perlu menitipkan mobil di balai lelang.
Sementara buat kamu yang ingin mengikuti lelang mobil, melalui aplikasi IBID kamu bisa dengan mudah membandingkan kondisi mobil bekas dengan mereka yang sama beserta laporan inspeksinya. Sehingga memudahkanmu untuk mencari mobil bekas incaran.
Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa membuka website IBID atau media sosial IBID Instagram di @ibid_balailelangserasi.




