
Mengenal 7 Jenis Crane dan Fungsinya
Pernahkan ibiders melihat alat berat di atas konstruksi gedung tinggi? Dikenal dengan crane, alat ini dirancang untuk mengatur dan memindahkan material berat yang sulit dijangkau atau terlalu berat untuk diangkat manusia.
Jenis crane beragam, tergantung penggunaannya. Bahkan, ada juga crane yang digunakan di pelabuhan. Biar tak penasaran, simak jenis-jenis crane beserta fungsinya berikut ini.
Baca juga: Inilah Jenis Bulldozer Lengkap dengan Fungsi dan Komponennya
Komponen crane
Komponen crane. (PTP Balai Lelang Serasi)
Sebelum membahas jenis crane, kenali dulu komponen dan fungsinya di bawah ini.
Lengan crane (jib): mengangkat beban dan mampu berputar 360 derajat.
Counterweight: menjaga keseimbangan lengan crane. Semakin besar beban yang diangkut, semakin besar pula beban counterweight.
Slewing unit: memutar lengan crane secara 360 derajat.
Sling: kabel baja untuk mengaitkan crane dengan beban.
Hoist: membawa beban secara vertikal.
Trolley: membawa beban secara horizontal.
Mast: mengatur ketinggian lengan crane dengan bantuan hidrolik.
Base section: menahan beban material maupun crane itu sendiri.
Operator’s cab: tempat mengoperasikan crane.
Climbing frame: akses operator untuk masuk ke operator’s cab.
Tower top: komponen paling tinggi yang ada di puncak crane.
Collar frame: sabuk pengaman apabila melebihi batas free standing.
Baca juga: 7 Jenis Excavator yang Berguna dalam Pembangunan Proyek
Cara kerja crane
Crane menggerakkan kabel atau tali baja yang terhubung dengan mekanisme angkat. Proses pengangkatan, penurunan, atau pemindahan material ke lokasi yang diinginkan ini dilakukan oleh operator.
Ketika beban diangkut, crane menggunakan sistem pendorong motor listrik atau hidraulik untuk memperoleh daya angkat yang dibutuhkan. Demi menjaga keseimbangan dan mencegah terbalik saat proses ini, crane dilengkapi beban kontra (counterweight) yang berada di belakang.
Setiap jenis crane punya daya angkut dan fungsi berbeda sesuai kebutuhan industri konstruksi dan manufaktur. Dengan pemilihan crane yang tepat, kamu bisa meningkatkan efisiensi dan keamanan proses pengangkatan berat.
Baca juga: Jenis Traktor Berdasarkan Fungsi, Penggerak, dan Traksinya
Jenis crane
Selanjutnya, pelajari jenis-jenis crane yang dirangkum dari berbagai sumber berikut.
1. Tower crane
ilustrasi tower crane.
Tower crane mungkin jenis crane yang kerap kamu temui lantaran digunakan di proyek konstruksi bangunan bertingkat. Alah berat ini diletakkan di atas struktur tinggi guna memperluas jangkauan, misalnya menara baja.
Selain mencapai ketinggian tertentu, keunggulan jenis crane ini yaitu mengangkat beban berat, seperti beton, besi, dan bahan konstruksi lainnya ke lantai bangunan berbeda. Tower crane juga dapat dibongkar pasang, diangkut terpisah menggunakan trailer, dan disusun di lokasi proyek dengan mobile crane.
2. Mobile crane
ilustrasi mobile crane. (PAKKI)
Mobile crane mampu bermobilisasi antar lokasi proyek menggunakan roda. Crane bergerak ini punya struktur lebih ringan sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan proyek, misalnya konstruksi jalan, jembatan, dan bangunan skala menengah-besar.
Ada juga varian mobile crane yang didukung kaki penyangga (outrigger) untuk menjaga stabilitas ketika beroperasi.
3. Crawler crane
ilustrasi crawler crane. (PAKKI)
Beralaskan roda rantai, crawler crane mampu bergerak stabil di medan yang tidak rata atau lunak, termasuk konstruksi di area terpencil dan LRT Jabodetabek. Meski jangkauannya tidak terlalu panjang, alat berat ini punya penyeimbang di bagian belakang.
4. Hidraulik crane
ilustrasi hydraulic crane. (Cylinders, Inc)
Hidraulik crane memanfaatkan hidraulik (minyak) dan pheneumatik (udara) untuk menggerakkan kabel dan mekanisme angkat. Jenis crane ini biasa ditemukan di industri maritim, seperti pelabuhan, kapal, atau dermaga.
Tak hanya bekerja secara efisien, hidraulik crane punya daya angkat stabil dan mudah dirawat.
5. Hoist crane
ilustrasi hoist crane. (Mass Crane and Hoist)
Bila kamu ingin mengangkat material berat secara vertikal, manfaatkan hoist crane (fixed crane). Dipasang di langit-langit di atas rel khusus, alat berat ini digerakkan naik-turun dan maju-mundur satu arah dengan kabel atau rantai.
Hoist crane membantu proses pengangkatan atau penurunan barang yang berulang secara terprogram di dalam pabrik, gudang, atau fasilitas produksi lainnya.
6. Jib crane
ilustrasi jib crane. (Hoosier Crane)
Lengan horizontal pada jib crane berguna untuk mengangkat berat secara horizontal di ruangan terbatas, contohnya pabrik atau bengkel. Demi meningkatkan mobilitasnya, alat berat ini bisa dipasang di atas truk atau kendaraan bermotor.
7. Floating crane
ilustrasi floating crane. (Wikipedia)
Di urutan terakhir ada crane terapung (floating crane) yang beroperasi di perairan. Dengan kapasitas angkat hingga 9 ribu ton, alat berat ini dapat mengangkat kapal tenggelam dan mengangkut material dari kapal tongkang untuk diproses di mother vessel.
Tak hanya itu, floating crane digerakkan dengan tugboat lantaran tidak punya mesin induk dan alat kemudi. Guna mempermudah jangkauan, jenis crane ini didukung alat tambahan loader dan dozer.
Baca juga: Tata Cara Mengikuti Lelang Scrap di Closed Auction IBID
Tertarik beli excavator bekas atau alat berat lainnya? Yuk, ikuti lelang alat berat di IBID - Balai Lelang Serasi. Lelang online dan jadwal lelang fleksibel.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ibid.astra.co.id atau unduh aplikasi IBID di Google Play Store dan App Store. Ikuti juga akun media sosial resmi IBID di bawah ini.
Instagram : @ibid_balailelangserasi
Facebook : IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang
Terpopuler

11 Motor Matic Paling Irit Tahun 2026, Pilihan saat BBM Naik

33 Daftar Istilah Lelang di IBID, Sudah Tahu?

Inilah Proses dan Biaya Balik Nama Mobil Terbaru 2026


