
Awas Modus Penipuan Lelang Mengatasnamakan IBID
Ikut lelang online di IBID menjadi cara alternatif untuk beli mobil bekas, motor bekas, hingga scrap.
Meski memudahkan kepemilikan kendaraan bekas dan produk non-otomotif, lelang online kerap jadi sasaran modus penipuan.
Untuk meyakinkan calon korbannya, para pelaku tak segan untuk menggunakan modus-modus meyakinkan di bawah ini.
Modus penipuan mengatasnamakan IBID
Modus penipuan lelang cukup banyak jenisnya. Agar tak jadi sasaran, simak beberapa di antaranya.
1. Mengaku sebagai karyawan IBID

Penipu mengatur profilnya sedemikian rupa untuk meyakinkan calon korbannya.
Sebut saja dengan menampilkan foto direksi atau karyawan resmi IBID, katalog mobil bekas, dan alamat cabang. Ketika dihubungi, penipu mengaku sebagai karyawan IBID.
2. Booking mobil bekas
Ada juga modus penipuan booking mobil bekas di mana penipu mengaku sebagai karyawan IBID dan menjanjikan korbannya menang lelang via booking unit.
Pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp di nomor +62812-2207-7175. Selanjutnya, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai down payment (DP) ke rekening pribadi.
3. Akun KW di media sosial

Saat berselancar di media sosial, kamu mungkin menemukan beberapa akun KW yang mengatasnamakan IBID.
Salah satu akun menawarkan mobil bekas, motor bekas, dan gadget yang dilelangkan secara offline.
Ketika dihubungi melalui WhatsApp, admin meminta calon korban untuk mengisi formulir. Proses pelunasan pun hanya melalui transfer ke rekening pribadi
4. Fanpage Facebook abal-abal

Modus penipuan lelang juga menyasar Facebook. Pihak yang tak bertanggung jawab mengatur akun fanpage sedemikian rupa sehingga terlihat menyerupai fanpage resmi IBID.
Tak sampai di situ, profil narahubung di WhatsApp juga dibuat layaknya pegawai IBID.
Fanpage abal-abal ini mengiklankan mobil bekas yang dilelangkan secara offline. Untuk ikut lelang, calon korbannya harus membeli kartu lelang senilai Rp500 ribu.
5. Tebus unit di grup Telegram
Modus selanjutnya merupakan tebus unit di grup Telegram. Dalam praktiknya, penipu hanya menjual gadget dari lembaga gadai.
Meski berkedok balai lelang, unit justru ditawarkan dengan metode tebus dari ‘pemenang lelang sebelumnya’.
Mereka menggunakan testimoni dari ‘pemenang lelang’ untuk mengakali calon korban. Selain itu, metode pembayaran hanya melalui transfer bank atau e-wallet.
6. Pasang iklan mobil bekas

Selain peserta lelang, penipuan juga menargetkan penitip unit. Modusnya berupa pasang iklan mobil bekas agar unit yang dititipkan cepat laku terjual.
Pelaku mengancam calon korban bahwa unit yang dilelangkan tidak cepat terjual tanpa iklan.
Tips terhindar modus penipuan lelang

Lakukan tips di bawah ini agar kamu terhindar dari modus penipuan lelang mengatasnamakan karyawan IBID saat jual beli mobil bekas di balai lelang IBID.
1. Lakukan transaksi jual beli mobil bekas di situs web dan aplikasi IBID.
2. Laporkan dan blokir akun palsu yang mengatasnamakan IBID.
3. Cek laporan hasil inspeksi mobil dengan teliti. Cocokkan dengan informasi yang tertera di platform IBID.
4. Hubungi PIC unit dan datang cabang atau pool IBID untuk melakukan survei.
5. Gunakan metode pembayaran yang tersedia di IBID. Pastikan pembayaran ditujukan kepada IBID, bukan perorangan.
6. Hati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan IBID. IBID hanya menggunakan akun WhatsApp bisnis bernama Pusat Bantuan IBID di nomor +62 812-8773-5544 dan IBID Telemarketing +62 851-7437-5544.
7. Pastikan informasi mobil bekas berasal dari platform dan akun media sosial resmi IBID berikut.
Instagram: @ibid_balailelangserasi
Facebook: IBID - Balai Lelang Serasi
TikTok : @ibid_balailelangserasi
YouTube : IBID - Balai Lelang Serasi
Twitter : @ibid_lelang
8. Laporkan modus ke Pusat Bantuan IBID di +62 812-8773-5544 atau melalui Live Chat IBID agar segera ditindaklanjuti.
Perbanyak informasi tentang modus penipuan mengatasnamakan IBID dengan mengunjungi situs web IBID ibid.astra.co.id atau akun media sosial resmi IBID.
Jangan lupa untuk menyebarkan informasi tips keamanan ini agar tidak ada korban selanjutnya.





